Gowes Batik dan Baksos Jombers, dalam Memperingati Hari Batik Nasional

Kardiyono/foto: istimewa

Bagikan

isjnews.com, Jombang. Suhu panas ekstrem yang terjadi pada puncak kemarau sebulan ini disikapi dengan cara unik oleh komunitas peduli lingkungan, Jombers (Jombang Bersepeda). Memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober & Hari Pohon se Dunia 21 November, hampir seratusan anggota keluarga besar Jombers menggelar kegiatan bersepeda & baksos ke panti asuhan, Minggu (6/10) pagi.

Mereka terdiri dari anak-anak, remaja & lansia bersepeda & mengenakan batik berbagai motif, memulai aksi dari Bundaran Ringin Contong, landmark Kota Jombang. Rute yang dilalui adalah taman kota di Stadion Jombang, Arena Car Free Day Jl. KH Wahid Hasyim-Jl. Bupati Suro Adiningrat – Jl. Gubernur Suryo – Pandanwangi – Hutan Kota Wisata Religi Makam Gusdur – Sentra Batik Desa Jatipelem & Panti Asuhan Al Falah Desa Jatipelem.

Menariknya, di taman & huta kota yang dilalui, peserta berhenti untuk berselfie ria sambil memeluk pohon.

’’Gak perlu sambat jika akhir-akhir ini Anda merasa gerah akibat cuaca ekstrem. Tapi, lakukan sesuatu yang konkret untuk bumi kita,’’ tandas Kardiyono, ketua panitia Gowes Batik & Baksos Jombers 2019.

Kardiyono menjelaskan, di taman & hutan kota yang disinggahi, merupakan lokasi tanam pohon Trembesi oleh relawan Peduli Jombang, Jombers & FedJombers.

Dokumentasi Gowes Batik Tahun lalu/foto: Kardiyono

Selain di lokasi tersebut, sejak tahun 2010 para relawan telah memulai aksi tanam pohon di Kec. Kabuh, Kec. Wonosalam, Kec. Ngusikan & Taman Kebonratu Kec. Peterongan. Acara taman pohon kerap dikemas dalam kegiatan bikecamp.

’’Komitmen kepedulian terhadap lingkungan akan terus kita galang bersama semua kelompok masyarakat. Termasuk pemerintah & swasta. Sesuai slogan kami, bersepeda untuk peduli,’’ imbuh Kardiyono, penyuka aktivitas bersepeda jarak jauh ini.
Di Desa Jatipelem Kec. Diwek, rombongan melakukan dua aksi hampir bersamaan. Yakni, berdialog dengan pembatik, pengusaha batik serta membagikan donasi kepada penghuni Panti Asuhan Al Falah. Kegiatan serupa, pernah digelar tahun 2018 & diikuti 121 peserta. Sejumlah peserta juga akan membatik bersama untuk melestarikan budaya lokal Desa Jatipelem. (Jalal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *