Prihatin dengan kondisi pembatas jalan yang roboh, Komunitas di Jombang bergerak untuk memperbaiki.

Kondisi beton pembatas jembatan flyover Peterongan yang ambruk

Bagikan

isjnews.com, Jombang. Kondisi pembatas jalan pada jembatan flyover Peterongan sisi timur yang ambruk karena beberapa kali tertabrak oleh truk yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, belum juga ada perbaikan dari dinas terkait. Bahkan saat malam hari sangat membahayakan para pengguna jalan. Apalagi bagi para pengendara yang notabene belum pernah melintasi jalan tersebut.

Dari pantauan isjnews.com, ambruknya beton pembatas ini sudah sekira 3 mingguan lamanya. Bahkan telah beberapa kali dipostingkan dalam beberapa komunitas grup facebook di Jombang. Namun belum juga ada tanggapan dari pihak yang berwenang untuk memperbaikinya. Bahkan tidak sedikit berkomentar cukup nyiyir dengan kondisi beton yang ambruk tersebut.

Wahyu Subianto, salah satu admin dari komunitas facebook Info Seputar Jombang, berinisiatif mengajak beberapa komunitas yang ada di Jombang untuk bergerak memperbaikinya. Berawal dari sebuah percakapan melalui WhatsApp grup, dilanjutkan komunikasi melalui beberapa komentar dalam postingan di sebuah grup facebook, akhirnya sepakat untuk menegakkan lagi beton pembatas yang roboh.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi beton ini ambruk, apalagi saya juga berkantor di dekat jembatan flyover Peterongan. Jadi hampir setiap hari melihat kondisinya yang memprihatinkan”, ungkap Wahyu kepada isjnews.com. “Apalagi saat malam hari, sangat membahayakan sekali bagi pengguna jalan. Terlebih lagi penerangan jalan umum pada jembatan flyover ini sering mati”, tambahnya sembari menunjukkan tangannya ke arah jembatan.

Gorong-gorong bebeapa komunitas di flyover Peterongan

Wahyu Subianto dibantu beberapa komunitas di Jombang, seperti grup facebook Info Lantas dan Kriminal Jombang (ILKJ), Info Seputar Jombang (ISJ), Indonesian Escorting Ambulance (IEA), Jombang Bersepeda dan RAPI serta warga sekitar, pada kamis malam, (12/09) sekira pukul 21:00 wib, berhasil menegakkan lagi beton yang ambruk akibat beberapa kali tertabrak oleh truk.

“Alhamdulillah, berkat banyak komunitas yang ikut bantu, akhirnya bisa ditegakkan lagi”, ucap Muhammad Zuhdi dari komunitas IEA Jombang yang malam itu juga ikut membantu. “Minimal ya kita bantu tenaga saja, kalau perbaikan seperti semula jelas tidak mungkin kan mas?. Lah wong dinas terkait saja belum ada respon”,

Giat beberapa relawan untuk menegakkan kembali beton yang ambruk.

Harapannya melalui giat yang dilakukan oleh beberapa komunitas ini bisa membuka informasi ke masyarakat, sehingga bisa terdengar oleh dinas yang berwenang dalam perawatan jalan maupun jembatan flyover Peterongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *