Ming. Feb 24th, 2019

Jasad Moh Hasan, guru BK Kabupaten Jombang ditemukan

Jasad Ahmad Hasan dievakuasi ke Puskesmas Ambulu untuk dilakukan visum/foto: BPBD Jombang

  • 574
    Shares

isjnews.com, Jember. Jasad korban rombongan guru MGMP BK Kabupaten Jombang yang berwisata di pantai Payangan Ambulu, Jember, Moh. Hasan (23), telah ditemukan pada hari Selasa, (12/02) pukul 14:30 wib.

Setelah BPBD Kabupaten Jombang ikut serta dalam Operasi Pencarian Pertolongan dan Evaluasi hingga H+3 bersama Basarnas Kabupaten Jember, BPBD Kabupaten Jember, Polsek Ambulu, Koramil Ambulu, Polairud Puger, SAR Rimba Laut, PKM Sabrang, SAR OPA Jember, Brandal Alas, serta keluarga korban.


Baca juga:


Pencarian jasad Moh. Hasan (23), guru MGMP BK Kabupaten Jombang yang menjadi korban dalam musibah gelombang laut pantai Payangan Ambulu, Jember saat berwisata bersama rombongan dari Jombang. Hingga hari ke 3 baru bisa ditemukan jasadnya.

Dalam pencarian H+3, kondisi air laut saat tenang dengan cuaca cerah. Pencarian dimulai pukul 07:00 wib melibatkan personil sebanyak 6 orang dengan melakukan searching di Tempat Kejadian Musibah (TKM) dengan metode manuvering menggunakan perahu jukung Basarnas dan perahu jukung SAR Rimba Laut. Sementara team lainnya dengan 5 personil, melakukan penyisiran darat pada bibir pantai dari TKM-Pantai Payangan-Pantai Watu Ulo-Pantai Papuma dengan perkiraan jarak 7 km menggunakan motor trail Komunitas Brandal Alas. Untuk berkomunikasi melalui radio, team pencarian jasad Ahmad Hasan menggunakan frekuensi BPBD Kabupaten Jember.

Hingga pukul 12:00 wib, pencarian masih belum mendapatkan hasil. Maka team bermaksud menghentikan sementara untuk beristirahat dan dilanjutkan setelah pukul 13:00. Namun warga dan keluarga korban melihat kemunculan benda asing sekitar 15 meter dari tempat tenggelamnya korban.

jasad korban pada saat ditemukan oleh team BPBD/foto: BPBD Jombang


Mendapatkan laporan tersebut, team BPBD segera bergeser untuk memastikan temuan benda asing tersebut. Dan dapat dipastikan benda tersebut merupakan jasad Moh. Hasan yang menjadi korban tenggelam. Tepat pukul 14:30 wib, jasad korban dievakuasi menggunakan kantong jenazah, selanjutnya dibawa ke puskesmas Ambulu untuk dilakukan visum.
Setelah dilakukan visum, jasad korban dibawa ke RS Subandi guna proses pensucian, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Sebelumnya rombongan guru MGMP BK Jombang rekreasi di pesisir pantai Payangan Ambulu, Jember sempat terjadi musibah empat orang terbawa ombak pantai ke tengah lautan. Dari ke empatnya, tiga diantaranya telah ditemukan. Satu dalam kondisi selamat, sedangkan dua diantaranya dalam kondisi meninggal dunia.

Adapun data korban yang berhasil diselamatkan bernama Yannik Susanty (34), warga Perum Denanyar Asri B-2 Kelurahan Denanyar, Kecamatan Jombang.

Sedangkan data korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia bernama Yudha Mahardika ( 34), guru BP SMAN Plandaan, warga Pulo Wetan gang VII Rt. 07 Rw. 02 Pulo, Kecamatan Jombang, dan Zakiyah(30), warga Jombang.

Dengan ditemukannya jasad Moh. Hasan, maka proses pencarian korban tenggelam di pantai Payangan Ambulu, Jember dinyatakan selesai.

jasad Ahmad Hasan, saat hendak dibawa untuk dilakukan visum/foto: BPBD Jombang

Stevie, atau yang akrab dipanggil Peppy selaku koordinator dari Pusdalops BPBD Kabupaten Jombang yang ikut dalam pencarian korban di lokasi kejadian, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa jasad korban telah ditemukan.

“Iya, Alhamdulillah, berkat do’a seluruh warga, jasad Moh. Hasan sudah ditemukan”,ungkap Peppy. “Tadi awalnya warga dan keluarga korban yang mengetahui pemunculan benda asing di sekira 15 meter dari titik tenggelamnya korban”,lanjutnya.

“Setelah mendapat informasi tersebut, team langsung memastikan benda itu. Dan ternyata memang itu jasad korban”, tambahnya. “Dengan telah ditemukannya jasad korban, maka pencarian dinyatakan selesai”,tutup Peppy.

Berikut ini video detik-detik penemuan jasad Hasan saat akan di bawa ke darat.

video detik-detik korban dibawa ke darat/video: youtube/BPBD Jombang

Editor: Sudi Prihatin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *