Ming. Apr 21st, 2019

Jegidik, Kopi Sisa Hewan Tupai Asal Jombang

Kopi

  • 34
    Shares

isjnews.com, Jombang: Kopi adalah jenis minuman yang yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kopi merupakan komoditas perkebunan unggulan yang telah banyak dibudidayakan oleh berbagai negara termasuk Indonesia.

Ternyata di Kabupaten Jombang sendiri mempunyai keunggulan dalam bidang penghasil kopi, tepatnya di wilayah dataran tinggi yang berada di Kecamatan Wonosalam.


Baca juga


Kali ini di wilayah Wonosalam terdapat kopi dengan varian baru, yakni Kopi Jegidik. Kopi yang dihasilkan dari biji kopi yang dimakan oleh hewan sejenis tupai atau orang di pedesaan biasa menyebutnya dengan jegidik (Tupai kecil dengan moncong panjang).

Prosesnya pun cukup berbeda dengan kopi – kopi lainnya yang dihasilkan oleh hewan. Seperti yang sudah kita kenal yaitu kopi luwak. Jika kopi yang dihasilkan oleh hewan luwak yakni biji kopi dimakan dan harus menunggu dari kotorannya kemudian dibersihkan.

Berbeda jauh dengan hewan jegidik yang hanya memakan biji kopi tersebut tanpa harus ditelan, hanya mengupas kulitnya saja kemudian dimuntahkan kembali. Dan biji kopi yang di makanpun merupakan biji kopi yang benar – benar berkualitas bagus dan sudah masak dari pohon.

Seperti yang diungkapkan Sampiyo, salah satu petani kopi serta produsen kopi jegidik asal Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam. Ia memproduksi kopi jegidik lantaran terinspirasi saat dirinya masih kecil.

“Waktu masih kecil, orang tua saya senang meminum kopi hasil dari biji kopi yang dimakan hewan jegidik. Karena rasanya berbeda dengan kopi – kopi lainnya,”ucapnya.

“Nah, dari situ saya akhirnya mencoba untuk memproduksi kopi tersebut,”imbuhnya.


Lihat berita lainnya:


Sampiyo, sudah menjalani usaha membuat kopi ini sejak satu tahun yang lalu. Selain memelihara sendiri hewan jegidik, ia juga mengumpulkan biji – biji kopi yang jatuh usai dimakan jegidik dari lahan perkebunannya.

Yang membuat kopi jegidik menjadi terasa berbeda dengan kopi – kopi yang dihasilkan oleh hewan – hewan lainnya, sebab terdapat campuran enzim yang dihasilkan oleh air liur dari hewan tersebut.

Harga kopi jegidik pun terbilang sangat murah dan terjangkau. Untuk 250 gram dibandrol dengan harga 50 ribu rupiah. Sedangkan jika ingin menikmati seduhan kopi secara langsung dibandrol dengan harga 7 ribu rupiah tiap secangkir kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *