Ming. Apr 21st, 2019

Polsek Diwek Ringkus Pengedar Narkoba Asal Perak

Tersangka Dan Barang Bukti Pil Dobel L Yang Diamankan Petugas/foto: Polsek Diwek

  • 511
    Shares

isjnews.com, Jombang: Kepolisian Sektor (Polsek) Diwek, meringkus remaja pengedar barang haram Narkoba jenis Pil Dobel L di rumah kosnya di Dusun/Desa Ceweng, Kecamatan Diwek – Jombang, Rabu (06/02/19) dini hari.

Tersangka pengedar bernama M. Syamrizal Fajar Kharisma (21), asal Dusun/Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Ia diketahui kesehariannya berprofesi sebagai pekerja cuci mobil.



Pemuda tersebut diamankan lantaran diketahui mengedarkan barang haram jenis pil kepada Pram Adi (21), warga Dusun Ngemplak, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Kapolsek Diwek, AKP. Bambang SB mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan tersangka pengedar pil dobel L, berdasarkan pengembangan serta penyelidikan dari kasus sebelumnya.

Barang bukti yang diamankan Petugas/foto: Polsek Diwek

“Anggota kami berhasil mengamankan tersangka yang sebagai pengedar berawal dari pengakuan Pram Adi, yang membawa pil dobel L sebanyak 10 butir yang dibungkus dalam klip kertas grenjeng yang kami tangkap sebelumnya,”paparnya.

Ia menambahkan, kemudian kami lakukan penggerebekan di rumah tersangka pengedar sekitar pukul 00:30 Wib. Dari rumah tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa puluhan pil dobel L.

“Kita lanjut mencari barang bukti dirumah tersangka yang menjadi pengedar. Tersangkapun mengakui sudah dua kali menjual barang haram tersebut ke pengguna bernama Pram,”imbuhnya.

Saat ini, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa 248 butir Pil Doble L yang dibungkus klip plastik dan kertas grenjeng, 1 buah bungkus rokok surya pro serta uang hasil penjualan sebanyak 40 ribu rupiah.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka kini masih diamankan di mapolsek Diwek, dan selanjutnya akan di serahkan ke Polres Jombang.

Tersangka saat ditangkap petugas/foto: Polsek Diwek

Tersangka dijerat dengan tindak pidana bukan keahliannya mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standart atau mutu berupa pil jenis doble L sebagaimana di maksud dalam pasal : 196 UURI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman berupa kurungan penjara paling lama 10 tahun.

Reporter: Aan Amrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *