Kam. Mar 21st, 2019

Tradisi Kuno Masyarakat Pedesaan Di Era Modern

Suasana Warga Saat Berdo'a Di Makam Mbah Tanggul

isjnews.com, JOMBANG – Tradisi kuno masih bisa kita dapati di era modern saat ini. Dan biasanya masih dilakukan masyarakat di wilayah pedesaan, yakni dengan membawa sesaji ke makam yang dianggap keramat. Seperti yang saat ini masih bisa kita temui di Dusun Jetak, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno – Jombang.

Di dusun tersebut terdapat makam keramat/leluhur yang dikenal dengan Makam Mbah Tanggul yang berada di pinggir dusun tepat di bawah pohon beringin besar yang ber usia ratusan tahun. Konon ceritanya, beliaulah yang mbabat (orang yang pertama menghuni) Desa tersebut.


Baca juga


Sebagian warga di wilayah Desa tersebut masih mempercayai bahwa dengan membawa sesaji berupa nasi tumpeng dan berdo’a di makam keramat/leluhur tersebut akan mendapat berkah serta cepat dikabulkan do’anya oleh ALLOH SWT.

Suasana Warga Saat Berdo’a Di Makam Mbah Tanggul


“Kalau ada warga yang akan mengadakan hajatan, entah itu nikahan, khitan dan acara ruwat Desa, biasanya akan melakukan tradisi bawa nasi tumpeng untuk dibawa ke makam mbah Tanggul ini. Dan mengajak beberapa warga, untuk berdo’a bersama – sama meminta kepada ALLOH SWT, supaya diberi berkah serta dilancarkan acaranya,” ucap salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (06/01).


Tapi tidak semua warga desa melakukan kegiatan tersebut. Bagi warga desa yang mempunyai kenyakinan agama yang sangat kuat dan sudah bergaya modern mereka tidak lagi melaksanakan tradisi tersebut, cukup hanya dengan memanjatkan puji syukur lewat do’a dari rumah atau tempat ibadah tanpa harus membawa sesaji/tumpengan ke makam.


Di era modern sekarang ini dengan berbagai teknologi canggih yang menggunakan fasilitas internet dengan jaringan serta jangkauan yang sangat luas bahkan kita bisa melihat dunia luar tanpa harus pergi kesana. 


Cukup menggunakan alat seperti gadget, laptop, dan lain sebagainya dengan di sambungkan ke jaringan internet.


Tapi era teknologi modern tidak bisa serta merta menghapus tradisi masyarakat pedesaan yang masih kental dengan kepercayaan kepada makam yang di anggap keramat/leluhur.




Sebagian warga masih percaya dengan memberikan sesaji/membuat tumpengan di makam leluhur adalah sebagai wujud rasa syukur kepada leluhur yang dulu dipercaya sebagai pembabah Desa (orang yang pertama kali mendirikan/menghuni Desa).


Ada pula sebagian orang beranggapan bahwa dengan berziarah ke makam leluhur atau tokoh – tokoh magis tertentu dapat menimbulkan pengaruh tertentu.


Sebenarnya kepercayaan seperti itu merupakan perpaduan antara tradisi masyarakat Jawa-Hindu ada juga yang Jawa-Islam yang masih terbawa sampai saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *